Cara Membaca Analisa Sperma

By | October 14, 2016

Analisis sperma merupakan salah satu tindakan pemeriksaan awal yang dilakukan pada kasus infertilitas seorang pria. Masalah pada sperma seorang pria berada lebih dari 1/3 pasangan infertil di negara indonesia. Analisis sperma tersebut hanya untuk mengetahui apakah anda subur atau tidak.

Analisa Sperma

Masalah ketidaksuburan ini dapat dialami oleh seorang wanita dan juga pria atau bisa jadi keduanya secara bersama-sama. Pemeriksaa dan analisis sperma ini bertujuan untuk mengetahui kualitas sperma kita sendiri. Pemeriksaan akan dilakukan di laboratorium khusus dengan menyerahkan sempel sperma kepada dokter untuk di analisis. Setelah anda menyerahkan sperma untuk di uji kesuburannya dokter akan melakukan analisis sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Ketelitian dan keterampilan pihak dari pemeriksa sangatlah penting, begitu juga interpretasi atas hasil apapun yang bisa dianalisis. Saat ini, WHO sebagai badan kesehatan dunia ini sudah menetapkan nilain yang dianjurkan untuk hasil pemeriksaan sperma. Untuk pengetahuan standar yang sudah ditetapkan WHO adalah:

  • Volume : 2 ml atau lebih
  • Konsentrasi spermatozoa : 20 juta spermatozoa / ml
  • pH : 7,8 hingga 8,0
  • Jumlah total spermatozoa : 40 juta spermatozoa per ejakulasi
  • Motilitas spermatozoa : Dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi, sebanyak 50% dari jumlah total spermatozoa yang hidup dan masih bergerah secara aktif.
  • Vitalitas spermatozoa : 75% dalam keadaan hidup.
  • Morfologi prematozoa 30% dengan bentuk yang normal
  • Jumlah sel darah putih : lebih sedikit dari sejuta sel/ml.

Dari standar yang sudah disebutkan diatas, dokter akan membuat kesimpulan yang akan diterima oleh anda untuk hasil analisis sperma. Ada juga macam-macam dan definisi dari kesimpulan tersebut yaitu:

  • Normozoospermia : Karakteristik normal yang bisa dilihat pada tabel.
  • Oligozoospermia : Konsentrasi spermatozoa kurang dari 20 juta / ml.
  • Asthenozoospermia: Jumlah sperma yang hidup dan masih bergerak dengan aktif, dalam waktu sejam setelah ejakulasi, kurang dari 50%.
  • Teratozoospermia : Jumlah sperma dengan morfologi yang normal kurang dari 30%.
  • Azoospermia : Tidak adanya spermatozoa dalam sperma
  • Oligoasthenoteratozoospermia : kelainan campuran dari 3 varibel yang sudah disebutkan sebelumnya.
  • Aspermia : Tidak terjadi ejakulasi sperma.

Dari sinilah awal masalah ketidaksuburan pada anda bisa terungkap. Apabila hasil analisis sperma menyatakan nilai normal, maka kemungkinan besar penyebab ketidaksuburan ini berada pada seorang wanita, maka dari itu analisis kesuburan wanita bisa dijalankan untuk langkah lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *